Muncul Tagar HarunaOut, PSSI Berpeluang Perpanjang Kontrak Shin Tae-yong

17 Januari 2022, 13:03 WIB
PSSI menegaskan bahwa posisi pelatih tim nasional Indonesia Shin Tae-yong aman sesuai kontrak /Instagram/@shintaeyong777



CilacapUpdate.com - Tagar HarunaOut menggema di jaga maya setelah yang bersangkutan memberikan sebuah pernyataan yang bernada menyudutkan pelatih Tim Nasional Indonesia Shin Tae-yong pada sebuah siniar.

Menyikapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi memastikan bahwa posisi Shin Tae-yong sebagai pelati aman sesuai kontrak, yakni sampai tahun 2023, dan sangat berpeluang kontrak akan diperpanjang.

"Keputusan kolektif kolegial PSSI itu antara lain tetap memberikan kepercayaan kepada Shin Tae-yong hingga 2023 sesuai kontrak. Bahkan tidak menutup kemungkinan untuk memperpanjang kontrak jika performa timnas terus meningkat," ujar Yunus melalui pernyataan resmi yang diterima di Jakarta, Senin.

Baca Juga: Merasa dirugikan Wasit pada laga Kontra PSIS, Persiraja Layangkan Protes ke PSSI

Pernyataan tersebut untuk menanggapi gonjang-ganjing soal pernyataan anggota Komite Eksekutif PSSI Haruna Soemitro yang mengkritik Shin Tae-yong pada sebuah siniar.

"Dalam diskusi dan rapat di internal PSSI, semua tetap menghargai sebuah keputusan yang bersifat kolektif kolegial," Yunus menambahkan.

Yunus mengakui ada perdebatan yang terjadi dalam rapat evaluasi Shin Tae-yong yang dihadiri pula oleh Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, wakil ketua umum Iwan Budianto, wakil sekretaris jenderal Maaike Ira Puspita, anggota komite eksekutif Endri Erawan dan Vivin Sungkono serta direktur teknik Indra Sjafri.

Akan tetapi, pertukaran pendapat hanya terjadi di dalam acara. Bukan cuma hasil timnas di Piala AFF 2020 yang diperbincangkan saat itu, tetapi juga tentang naturalisasi, jadwal timnas dan apakah PSSI akan mengambil peluang menjadi tuan rumah turnamen pada tahun 2022, seperti Piala AFF serta Kualifikasi Piala Asia pada Juni 2022.

Baca Juga: Tantang Pemain Timnas berkarir di luar negeri, Shin Tae-yong : Bagus Untuk Persepakbolaan Indonesia

Yunus pun menegaskan bahwa keputusan PSSI tidak didasarkan atas pandangan satu orang.

"Setelah diskusi, keputusan tetap berada di ketua umum dan komite eksekutif," tutur dia.

Sebelumnya, pada sebuah siniar yang ditayangkan di sebuah saluran Youtube, Haruna Soemitro menyebut terjadi kebuntuan antara PSSI dan Shin Tae-yong dalam rapat evaluasi timnas Indonesia yang berlangsung pada Kamis 13 Januari 2022.

Baca Juga: Shin Tae-yong Santai Soal Kontraknya : Kontrak saya Desember 2023, Jangan khawatir

Haruna merasa komunikasi PSSI dengan Shin sedang tidak baik-baik saja karena juru taktik asal Korea Selatan itu tersinggung ketika dikritik dan diberikan masukan oleh petinggi PSSI.

Pria yang pernah menjadi petinggi klub Madura United itu juga mengutarakan ketidaksetujuannya dengan program naturalisasi pemain. Terkait hal ini, PSSI memberikan tanggapan.

"Program naturalisasi ini berbeda dengan di zaman Cristian Gonzales, Greg Nwokolo, Victor Igbonefo, Alberto Goncalves dan lain-lain. Sekarang murni yang memiliki darah Indonesia. Program naturalisasi juga keinginan dari STY (Shin Tae-yong)," ujar Yunus Nusi.

Baca Juga: Persiapan Timnas Indonesia untuk Piala AFF U-23 2022 Terganggu, Ujicoba versus Bangladesh Terancam Gagal

PSSI kini dalam proses menaturalisasi empat pemain keturunan Indonesia di luar negeri yaitu Sandy Walsh, Jordi Amat, Mees Hilgers dan Ragnar Oratmangoen. Proyek ini dipimpin oleh anggota Komite Eksekutif PSSI Hasani Abdulgani. ***

 

Editor: Muhammad Nasrulloh

Tags

Terkini

Terpopuler